Organelsel adalah komponen-komponen padat penyusun sel yang berada di dalam sitoplasma. Fungsi organel sel sangat beragam dan memiliki tugas masing-masing untuk keberlangsungan hidup organismenya, baik hewan maupun tumbuhan. ADVERTISEMENT. Sebelum membahas perbedaan dan fungsi organel sel tumbuhan dan hewan, kamu dapat
Jelaskanperbedaan tanaman dan hewan dilihat dari organel sel nya. SD. SMP. SMA SBMPTN & UTBK. Produk Ruangguru. Beranda; SMA; Biologi; Jelaskan perbedaan tanaman dan hewan dilihat dari NH. Najla H. 30 September 2021 01:25. Pertanyaan. Jelaskan perbedaan tanaman dan hewan dilihat dari organel sel nya
Dalambuku Anatomi Tumbuhan, Rizki Nisfi Ramdhini, 2021, yang dimaksud dengan sel yaitu penyusun tubuh terkecil dari makhluk hidup. Kumpulan sel yang sejenis akan membentuk jaringan. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel dan kloroplas dimana tidak ada pada sel hewan. Sel-sel tumbuhan berfungsi untuk membentuk tubuh tumbuhan.
Berikutpenjelasan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan menurut bagian-bagiannya. 1. Dinding Sel. Berdasarkan buku Anatomi Tumbuhan, dinding sel merupakan ciri khas sel tumbuhan yang membedakannya dengan sel hewan. Dinding sel berperan sebagai penyokong mekanis organ tumbuhan, khususnya pada dinding tebal.
Jawabanterverifikasi Hai Theresia, Kakak bantu jawab ya :) Perbedaan sel-sel yang terdapat pada Cyanobacteria seperti heterokista, akinet, dan baeosit terletak pada bentuk, ukuran, dan fungsinya. Struktur sel tubuh alga hijau biru atau Cyanobacteria atau Cyanophyta sama dengan struktur sel bakteri, yaitu bersifat prokariotik.
Tumbuhanadalah sel eukariotik dari kelompok tertentu yang didefinisikan sebagai sel dengan DNA (DNA) yang terbungkus atau terbungkus dalam membran. Dinding sel terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel dibuat oleh selulosa pada tahap awal perkembangan sel. Akibat dari proses perkembangan dan pertumbuhan sel, sel akan mengalami pertumbuhan
. Cyanobacteria berasal dari Bahasa Yunani “cyanos” yang berarti biru dan “bacteria” yang artinya batang. Cyanobacteria merupakan organisme prokariotik yang memiliki pigmen klorofil a hijau dan fikosianin biru sehingga disebut sebagai ganggang hijau biru. Lantas, bagaimana proses reproduksi ganggang hijau biru Cyanobacteria ini? Cyanobacteria atau ganggag hijau biru bersifat prokariotik dan dapat berfotosintesis. Dengan begitu, ganggang ini memiliki peran sebagai produsen dalam ekosistem. Cyanobacteria memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan bakteri, yaitu 1-50 µm. Beberapa Cyanobacteria memiliki heterosista, yaitu sel berdinding tebal yang berfungsi untuk fiksasi N2. Cyanobacteria berperan penting untuk membantu fiksasi N2, dan penghasil protein sel tunggal yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Cyanobacteria melakukan reproduksi secara seksual dengan beberapa cara, termasuk pembelahan sel, fragmentasi, heterokista dan pembentukan spora. Pembelahan sel Ini umumnya terjadi pada kelompok Cyanobacteria uniseluler, misalnya Chlorocococcus. Fragmentasi Ini adalah pemisahan sebagian benang pada Cyanobacteria yang berbentuk benang/filamen. Bedang terpisah karena adanya sel pembatas yang disebut hormogonium. Selanjutnya hormogonium akan tumbuh menjadi benang baru. Contoh Cyanobacteria yang melakukan fragmentasi adalah Oscillatoria. Baca juga Perbedaan Bakteri Heterotrof dan Autotrof Heterokista Ini merupakan sel yang beda dengan sel tetangganya, transparan, tidak mengandung pigmen an berwarna kekuning-kuningan pada alga yang berbentuk benang. Heterokista terjadi dari sel vegetatif yang mengalami metamorfosis dan biasanya dari sel yang baru melakukan pembelahan. Heterokista yang mengandung banyak zat makanan disebut akinet. Heterokista dapat memisah dan membentuk benang baru seperti hormogonium. Contoh Cyanobacteria yang melakukan reproduksi seksual dengan heterokista adalah Nostoc, Anabaena, dan Rivularia. Pembentukan spora Cyanobacteria juga dapat membentuk spora khusus yang terdapat dalam sel dan mengandung sebagian protoplasma sel. Spora yang demikian disebut akinet. Jika lingkungan kurang baik, akinet akan berdinding tebal dan merupakan spora istirahat yang disebut arthrospora. Jika keadaan lingkungan menjadi baik, arthrospora akan tumbuh menjadi individu baru. Contoh Cyanobacteria yang melakukan reproduksi dengan spora adalah Chamaeshipon convervicolus. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsBiologiReproduksi Cyanobacteria You May Also Like
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Nomor 4 Kelas/Semester X/1 Materi Pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria Alokasi Waktu 9 × 45 menit Jumlah Pertemuan 3 kali Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan Archaebacteria dan Eubacteria berdasarkan ciri-ciri dan bentuk melalui pengamatan secara teliti dan sistematis. Menyajikan data tentang ciri-ciri dan peran Archaebacteria dan Eubacteria dalam kehidupan berdasarkan hasil pengamatan dalam bentuk laporan tertulis. Mengidentifikasi ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria. Membedakan ciri-ciri bakteri gram positif dengan gram negatif. Menjelaskan cara hidup, habitat, reproduksi, dan peranan bakteri dalam kehidupan. Menjelaskan ciri-ciri, cara hidup, habitat, reproduksi Cyanobacteria dan peranannya dalam kehidupan. Melakukan percobaan pengamatan koloni bakteri pada medium buatan dari berbagai lokasi. Membuat laporan tertulis hasil percobaan pengamatan koloni bakteri dari berbagai tempat dan cara penanggulangannya dengan menggunakan desinfektan. Afektif 1. Siswa dapat menyadari adanya ciptaan Tuhan berupa bakteri yang memiliki peranan penting dalam kehidupan di bumi. 2. Siswa dapat menunjukkan sikap peduli sosial terhadap pencegahan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Kognitif 1. Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria melalui diskusi kelompok. 2. Siswa dapat embedakan ciri-ciri bakteri gram positif dengan gram negatif berdasarkan kajian literatur. 3. Siswa dapat menjelaskan cara hidup, habitat, reproduksi, dan peranan bakteri dalam kehidupan melalui diskusi kelas. 4. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri, cara hidup, habitat, reproduksi Cyanobacteria dan peranannya dalam kehidupan diskusi kelas. Psikomotorik 1. Siswa dapat melakukan percobaan pengamatan koloni bakteri pada medium buatan dari berbagai lokasi melalui kerja kelompok. 2. Siswa dapat membuat laporan tertulis hasil percobaan pengamatan koloni bakteri dari berbagai tempat dan cara penanggulangannya dengan menggunakan desinfektan. 1. Materi Fakta Fenomena alam, terkadang terjadi beberapa wabah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, misalnya kolera muntaber, penyakit antraks, dan legionellosis. Pengertian Archaebacteria organisme prokariotik yang hidup di lingkungan ekstrim, Eubacteria organisme prokariotik yang hidup kosmopolit, bakteri prokariotik, uniseluler, pada umumnya berdinding sel, tetapi tidak berklorofil. - Ukuran 0,5 – 5 mµ, bentuk basil, kokus, spirilum, kokobasil, vibrio, spiroseta. - Bentuk agregat kokus monokokus, diplokokus, tetrakokus, sarkina, streptokokus, stafilokokus; basil monobasil, diplobasil, streptobasil. - Struktur sel kapsul, dinding sel, membran plasma, mesosom, sitoplasma, ribosom, DNA, granula, vakuola gas, klorosom, flagela atrik, monotrik, lofotrik, amfitrik, peritrik, pilus fimbria. - Bakteri Gram positif dan Gram negatif. - Bakteri autotrof fotoautotrof dan kemoautotrof dan heterotrof saproba, parasit, dan simbiosis mutualisme. - Bakteri aerob dan anaerob anaerob fakultatif dan anaerob obligat. Pertahanan bakteri dengan endospora. Reproduksi bakteri aseksual pembelahan biner dan seksual konjugasi, transduksi, transformasi. Archaebacteria bakteri metanogen, halofil, termofil, termoasidofil. - Menguntungkan pengurai organisme mati, penyubur tanah, produksi/industri makanan, minuman, vitamin, antibiotik, obat, enzim, biogas, logam, pembunuh hama, membantu pencernaan makanan. - Merugikan penyebab penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Pembiakan bakteri dengan medium cair, kental, padat. Penanggulangan bahaya bakteri pemanasan sterilisasi, pasteurisasi, pengeringan, pendinginan, zat pengawet kimia, alami, kemasan, iradiasi. - Tubuh uniseluler/ multiseluler; cara hidup bebas, bersimbiosis mutualisme; habitat air, tanah, tembok, batu, gurun, tempat ekstrim/panas dan asam; reproduksi pembelahan biner, fragmentasi, endospora. - Peranan yang menguntungkan makanan suplemen, obat, penyubur tanah; peranan yang merugikan menutup permukaan air bila blooming, melapukan batuan candi. Peranan bakteri yang menguntungkan dan merugikan. Usaha-usaha menanggulangi bahaya bakteri. Membuat biakan/kultur bakteri. Diskusi kelas Diskusi kelompok dan kelas Eksperimen Pertemuan ke-1 a. Pendahuluan 20 menit Guru memberikan salam dan berdoa bersama sebagai implementasi nilai religius. Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan sebagai implementasi nilai disiplin. Apersepsi Menggali pengetahuan SMP tentang bakteri. Memotivasi Guru menyuruh siswa membaca ilustrasi tentang peristiwa keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri, misalnya berupa makanan kemasan kaleng yang rusak/sudah kedaluarsa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. b. Kegiatan Inti 100 menit Guru mengajak murid untuk menganalisis bacaan ilustrasi tentang peristiwa keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri, misalnya berupa makanan kemasan kaleng yang rusak/sudah kedaluarsa. Siswa secara individu menganalisis bacaan ilustrasi tentang peristiwa keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada makanan kemasan kaleng yang rusak/sudah kedaluarsa. Siswa dimotivasi/diberikan kesempatan menanya sebagai ungkapan rasa ingin tahu. Siswa secara individual diminta untuk mengemukakan hasil analisisnya. Eksplorasi Salah satu kelompok presentasi tentang ciri-ciri bakteri, struktur sel bakteri, bentuk agregat bakteri, pengelompokan bakteri, Cyanobacteria. Elaborasi Pada saat diskusi kelas, kelompok/siswa yang lain bisa menanggapinya atau bertanya kepada penyaji presentasi. Guru mengkonfirmasi bila terjadi perbedaan pendapat tentang ciri-ciri bakteri, struktur sel bakteri, bentuk agregat bakteri, pengelompokan bakteri, Cyanobacteria. Secara klasikal siswa menyepakati hasil pengembangan materi dari kelompok untuk menjadi kesimpulan utuh secara demokratis. Guru memberikan tambahan informasi sebagai penguatan atas kesimpulan siswa. Resume Guru membimbing siswa menyimpulkan tentang ciri-ciri bakteri, struktur sel bakteri, bentuk agregat bakteri, pengelompokan bakteri, Cyanobacteria. Refleksi Memberikan pertanyaan berkaitan dengan ciri-ciri bakteri, struktur sel bakteri, bentuk agregat bakteri, pengelompokan bakteri, Cyanobacteria. Tindak lanjut Penugasan menjawab pertanyaan pada fitur buku paket kuis bio dan diskusi. Rencana pembelajaran selanjutnya Eksperimen pengamatan bakteri dalam koloni. a. Pendahuluan 15 menit Guru menyiapkan peralatan praktikum kultur bakteri di laboratorium. Siswa duduk berkelompok di laboratorium. Guru memberikan salam dan berdoa sebagai implementasi nilai religius. Mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan sebagai implementasi nilai disiplin. Apersepsi Menggali pengetahuan bagaimana cara mengkultur bakteri. Memotivasi Guru menanyakan persiapan melaksanakan eksperimen kultur bakteri dan menunjukkan peralatan kultur bakteri yang sudah dipersiapkan di laboratorium. Penyampaian tujuan pembelajaran. Siswa mengambil alat-alat dan menyiapkan bahan-bahan praktikum. b. Kegiatan Inti 100 menit Siswa mempelajari literatur cara kerja mengkultur bakteri. Siswa dimotivasi/diberikan kesempatan menanya sebagai ungkapan rasa ingin tahu tentang cara mengkultur bakteri. Eksplorasi Siswa mendiskusikan dengan teman sekelompok, tentang cara kerja dan menentukan tempat menangkap bakteri. Para siswa dalam kelompok menyepakati tempat menangkap bakteri. Elaborasi Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas cara-cara pembuatan kultur bakteri yang benar dan mengajak siswa untuk memperhatikan keselamatan kerja. Setiap kelompok melakukan eksperimen kultur bakteri. Siswa membersihkan dan mengembalikan peralatan laboratorium setelah pembuatan kultur bakteri selesai. Diskusi kelas tentang peranan bakteri dan penanggulangan bahaya bakteri. Guru mengkonfirmasi bila terjadi perbedaan pendapat tentang peranan bakteri dan penanggulangan bahaya bakteri. Secara klasikal siswa menyepakati hasil pengembangan materi untuk menjadi kesimpulan utuh secara demokratis. Guru memberikan tambahan informasi sebagai penguatan atas kesimpulan siswa. Resume Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang cara-cara mengkultur bakteri, peranan bakteri dan penanggulangan bahaya bakteri. Refleksi Memberikan pertanyaan peranan bakteri dan penanggulangan bahaya bakteri. Tindak lanjut Menugaskan siswa untuk mengontrol eksperimen kultur bakteri, mencatat data-data hasil eksperimen. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk melakukan eksperimen di rumah tentang pemanfaatan bakteri dalam produksi makanan misalnya, nata de coco. Rencana pembelajaran selanjutnya Membahas hasil eksperimen kultur bakteri, dan pengamatan bentuk bakteri dengan menggunakan mikroskop. Pertemuan ke-3 a. Pendahuluan 15 menit Guru memberikan salam dan berdoa bersama sebagai implementasi nilai religius. Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan sebagai implementasi nilai disiplin. Apersepsi Menggali pengetahuan siswa tentang bentuk-bentuk koloni bakteri. Memotivasi Menanyakan hasil eksperimen kultur bakteri. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. b. Kegiatan Inti 100 menit Guru mengajak siswa untuk mengamati dan membandingkan bentuk-bentuk dan jumlah koloni bakteri dari kultur dengan sumber bakteri pada tempat yang berbeda. Eksplorasi Siswa bersama kelompoknya mengamati bentuk-bentuk dan jumlah koloni bakteri hasil eksperimen. Siswa mengamati bentuk-bentuk bakteri dengan menggunakan mikroskop secara cermat dan teliti. Siswa dimotivasi/diberikan kesempatan menanya berkaitan dengan hasil percobaannya. Elaborasi Diskusi kelompok tentang hasil eksperimen kultur bakteri. Guru mengkonfirmasi bila terjadi perbedaan pendapat dan hasil eksperimen antar kelompok. Secara klasikal siswa menyepakati hasil pengembangan materi untuk menjadi kesimpulan utuh secara demokratis. Guru memberikan tambahan informasi sebagai penguatan materi dan kesimpulan siswa. Siswa disuruh membuat laporan tertulis hasil eksperimen. Guru menyuruh siswa membersihkan cawan petri bekas kultur bakteri dan mengembalikan ke laboratorium. Resume Guru membimbing siswa menyimpulkan tentang bentuk koloni dan bentuk bakteri. Refleksi memberikan pertanyaan berkaitan dengan hasil eksperimen. Tindak lanjut Penugasan kegiatan mandiri tidak terstruktur KMTT pengawetan makanan secara aman dan mengerjakan soal-soal latihan di buku teks. Rencana pembelajaran selanjutnya Protista. G. Sumber Belajar/ Bahan Ajar/Alat Buku teks Biologi SMA/MA kelas X, Program peminatan kelompok Matematika dan Ilmu-ilmu Alam MIA, Bab 5. Bahan presentasi, gambar-gambar bakteri. Bahan untuk eksperimen pengamatan bakteri dalam koloni misalnya, agar-agar, daging, kentang, metilin biru. Bahan untuk praktik pemanfaatan bakteri dalam produksi makanan misalnya untuk membuat nata de coco diperlukan air kelapa, starter bakteri, asam cuka. Bahan untuk praktik pengawetan makanan yang aman misalnya, garam, gula, ikan, telur, buah-buahan. - Komputer/LCD, VCD/CD player. - Peralatan untuk eksperimen pengamatan bakteri dalam koloni misalnya, autoklaf, mikroskop, kaca objek. - Peralatan untuk praktik pemanfaatan bakteri dalam produksi makanan misalnya kompor, panci, pisau. - Peralatan untuk praktik pengawetan makanan yang aman. Kognitif a. Hasil jawaban latihan soal-soal PR. Ø Jelaskan persamaan dan perbedaan antara Archaebacteria dengan Eubacteria. Ø Jelaskan perbedaan sel-sel yang terdapat pada Cyanobacteria heterokista, akinet, dan baeosit. Ø Jelaskan perbedaan bakteri gram positif dengan bakteri gram negatif, berikut contohnya masing-masing. Ø Beberapa jenis Cyanobacteria dapat merusak candi-candi peninggalan sejarah jaman dahulu. Bagaimana cara hidup Cyanobacteria tersebut? Sebutkan contohnya. a. Unjuk kerja, laporan tertulis praktik pengamatan bakteri dalam koloni. b. Produk makanan pemanfaatan bakteri c. Produk pengawetan makanan secara aman. Pengamatan sikap dan perilaku pada saat belajar, diskusi, praktik di laboratorium. INSTRUMEN PENILAIAN KEGIATAN PRAKTIK Indikator Melakukan percobaan pengamatan koloni bakteri pada medium buatan dari berbagai lokasi. Membuat laporan tertulis hasil percobaan pengamatan koloni bakteri dari berbagai tempat. Aspek penilaian Psikomotorik Judul kegiatan Membuat kultur bakteri dan pengamatan bakteri dalam koloni. Tanggal Penilaian Kelas No. Nama Siswa Aspek yang dinilai Skor Nilai Persiapan alat dan bahan Kesesuaian pelaksanaan dengan cara kerja Kontribusi dalam teman kelompok Laporan eksperimen 1. 2. 3. 4. 5. 6. INSTRUMEN PENILAIAN TUGAS MANDIRI TERSTRUKTUR/TIDAK TERSTRUKTUR Aspek Penilaian Psikomotor Materi Archaebacteria dan Eubacteria Judul Kegiatan 1. Membuat produk makanan pemanfaatan bakteri. 2. Membuat produk pengawetan makanan secara aman. Hari /Tgl Kelas No. Nama Kualitas produk Kelayakan pemanfaatan produk/ makanan Waktu penyelesaian Jumlah Skor Nilai 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengetahui, ……………..., … Juli 2014 Kepala SMA/MA…………... Guru Mata Pelajaran Biologi, ...................................... ............................................ NIP................................ NIP.....................................
Yang membedakan – Bakteri vs Cyanobacteria. Bakteri dan cyanobacteria merupakan dua jenis prokariota yang tidak mengandung organel yang terikat membran seperti nukleus, mitokondria, kloroplas, badan golgi, retikulum endoplasma, dll. Yang membedakan antara bakteri dan cyanobacteria yaitu bahwa bakteri merupakan organisme heterotrof sedangkan cyanobacteria merupakan organisme autotrof. Lebih lanjut, bakteri tidak mengandung klorofil sementara cyanobacteria mengandung klorofil-a. Pengertian Bakteri Bakteri merupakan prokariota uniseluler yang dapat hidup di lingkungan yang beragam. Struktur sel bakteri sederhana dan tidak mengandung organel yang terikat membran. Bahan genetik bakteri merupakan molekul DNA sirkular tunggal yang terletak di nukleoid. Bakteri mengandung 70S ribosom. Semua reaksi metabolisme terjadi di dalam sitoplasma pada bakteri. Dinding sel bakteri terutama mengandung polisakarida yang disebut murine. Beberapa bakteri tidak memiliki dinding sel dan mereka disebut mycoplasma. Ada dua jenis utama bakteri yaitu bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Dinding sel bakteri Gram-positif kaya akan peptidoglikan. Tiga bentuk dasar bakteri merupakan bacillus, coccus, dan spirillum. Reproduksi bakteri aseksual terutama terjadi melalui pembelahan biner sedangkan reproduksi seksual terjadi melalui konjugasi. Pengertian Cyanobacteria Cyanobacteria merupakan prokariota uniseluler atau multiseluler yang dapat menjalani fotosintesis. Mereka juga disebut ganggang biru-hijau. Mereka hidup di tanah, air tawar atau habitat laut dan dapat mentolerir kondisi lingkungan yang keras seperti bakteri. Cyanobacteria dapat membentuk koloni berbentuk bulat, berserabut atau seperti lembaran yang ditutupi dengan struktur seperti lembaran yang berlendir. Heterokista merupakan cyanobacteria pengikat nitrogen. Pigmen fotosintesis utama dari cyanobacteria merupakan klorofil-a sedangkan pigmen aksesori merupakan fikosianin dan fikoeritrin. Namun, beberapa cyanobacteria merupakan saprotrof. Cyanobacteria yang berkembang menghasilkan cyanotoksin yang dapat meracuni manusia dan hewan. Persamaan Antara Bakteri dan Cyanobacteria Bakteri dan cyanobacteria merupakan prokariota. Mereka tidak mengandung organel yang terikat membran seperti nukleus, mitokondria, kloroplas, badan golgi, retikulum endoplasma, dll. Ribosom mereka 70-an dan tidak mengandung vakuola sejati atau plastid yang berkembang dengan baik. Dinding sel mereka mengandung asam muramat dan asam diaminopimelic. Keduanya mengandung selubung mucilaginous di sekitar sel. Mereka dapat memperbaiki nitrogen atmosfer. Keduanya membentuk spora sebagai unit istirahat. Organisme ini tahan terhadap pengeringan dan suhu tinggi. Mereka menjalani reproduksi aseksual. Keduanya membentuk koloni. Mereka dapat menyebabkan penyakit pada organisme lain. Keduanya memiliki sensitivitas yang mirip dengan antibiotik. Apa Bedanya Bakteri dan Cyanobacteria Arti Bakteri Bakteri merujuk pada anggota kelompok besar mikroorganisme uniseluler yang memiliki dinding sel tetapi kekurangan organel dan nukleus terorganisir, termasuk beberapa yang dapat menyebabkan penyakit. Cyanobacteria Cyanobacteria merujuk pada divisi mikroorganisme yang terkait dengan bakteri tetapi mampu melakukan fotosintesis. Distribusi Bakteri Bakteri terjadi di masing-masing dan setiap habitat di bumi. Cyanobacteria Cyanobacteria terutama terjadi di hadapan sinar matahari dan kelembaban. Ukuran Bakteri Bakteri ukurannya relatif kecil. Cyanobacteria Cyanobacteria ukurannya relatif besar. Uniselular / Multiseluler Bakteri Bakteri bersifat uniseluler. Cyanobacteria Cyanobacteria dapat berupa uniseluler atau multiseluler. Dinding sel Bakteri Dinding sel bakteri dapat berupa satu atau dua lapisan. Glikolipid dan peptidoglikan merupakan komponen utama dari dinding sel bakteri. Cyanobacteria Dinding sel cyanobacteria terdiri dari empat lapisan. Selulosa dan pektin merupakan komponen utama dari dinding sel cyanobacteria. Gram-Positif / Negatif Bakteri Bakteri dapat berupa Gram-positif atau negatif. Cyanobacteria Cyanobacteria merupakan Gram-negatif. Flagella Bakteri Beberapa bakteri memiliki flagela. Oleh karena itu, beberapa bakteri bersifat mobile. Cyanobacteria Cyanobacteria tidak memiliki flagela. Oleh karena itu, cyanobacteria tidak bergerak. Pigmen Fotosintesis Bakteri Beberapa bakteri mengandung pigmen fotosintesis seperti bacteriochlorophyll. Cyanobacteria Cyanobacteria mengandung klorofil-a. Selain itu, cyanobacteria mengandung pigmen aksesori seperti fikosianin dan fikoeritrin. Mode Nutrisi Bakteri Sebagian besar bakteri merupakan heterotrof. Cyanobacteria Cyanobacteria merupakan autotrof. Fotosintesis Bakteri Fotosintesis merupakan anoksigenik pada bakteri, artinya mereka tidak menghasilkan oksigen pada akhir fotosintesis. Cyanobacteria Fotosintesis merupakan oksigenik pada cyanobacteria, artinya mereka menghasilkan oksigen pada akhir fotosintesis. Makanan Cadangan Bakteri Glikogen merupakan bentuk makanan yang dicadangkan dalam bakteri. Cyanobacteria Pati cyanophycean merupakan makanan yang dicadangkan dalam cyanobacteria. Formasi Heterokista Bakteri Bakteri tidak membentuk heterokista. Cyanobacteria cyanobacteria membentuk heterokista, yang merupakan sel pengikat nitrogen. Reproduksi seksual Bakteri Reproduksi seksual bakteri terjadi melalui konjugasi, transformasi atau transduksi. Cyanobacteria Reproduksi seksual tidak ada pada cyanobacteria. Bawa Pulang Bakteri merupakan prokariota uniseluler yang terutama heterotrof. Cyanobacteria dapat berupa prokariota uniseluler atau multiseluler dan sebagian besar autotrof. Mereka terutama fotosintesis. Karena itu, Yang membedakan antara bakteri dan cyanobacteria merupakan cara nutrisi.
Endosimbiosis merupakan suatu teori yang menyatakan asal usul mitokondria dan kloroplas yang terdapat pada sel eukariotik. Berdasarkan teori tersebut, mitokondria berasal sel Archaebacteria memfagositosis sel proteobacteria yang kemudian berintegrasi satu sama lain yang pada akhirnya membentuk mitokondria. Sementara itu, kloroplast berasal dari sel Archaebacteria yang memfagositosis sel Cyanobacteria yang mampu melakukan fotosintesis. Kedua sel tersebut saling beradaptasi satu sama lain hingga pada akhirnya terbentuk kloroplast. Beberapa bukti yang mendukung terori tersebut yaitu ditemukannya DNA yang tidak diikat oleh protein histon di dalam kedua organel tersebut yang memiliki kesamaan dengan bakteri, DNA mitokondria memiliki homologi yang tinggi dengan DNA Cyanobacteria, DNA Kloroplast memiliki kesamaam homologi yang tinggi dengan DNA yang terdapat pada Proteobacteria, Ukuran DNA dalam kedua organel tersebut yaitu 70S, proses translasi dalam sintesis protein pada mitokondria dan kloroplast memiliki kesamaan dengna proses sintesis protein pada sel bakteri, sintesis asam lemak pada kedua organel tersebut mirip pada sel bakteri yaitu melibatkan proetin acylcarier, serta kedua macam organel tersbut memiliki sistem double membran [1]. 2. Mitokondria Mitokondria merupakan organel sel yang berfungsi penting di dalam aktivitas sel. Organel tersebut memiliki peranan utama sebagai organel penghasil energi dalam bentuk ATP di dalam sel eukariotik. Selain itu, mitokondria juga memiliki peranan lain dalam menyeimbangkan homeostasis sel. Mitokondria memiliki membran ganda, yaitu membaran dalam dan membran luar. Di antara kedua mambran tersebut terdapat ruang antar membran atau interpasial. Membran dalam mitokondria memiliki berbagai macam kompleks protein dan enzim yang berperan penting dalam proses sintesis energi metabolik sel. Pada membran dalam tersebut terjadi rantai transport elektron kpada proses respirasi aerobik [2]. Mitokondria dapat melakukan pembelahan biner seperti yang terjadi pada sel bakteri. Pembelahan tersebut berfungsi di dalam perbanykan mitokondria di dalam sel [3]. Jumlah mitokondria di dalam sel dipengaruhi atau ditentukan dengan tingakt aktivitas sel tersebut. Semakin tinggi aktivitas suatu sel, maka energi yang dibutuhkan pun akan semakin banyak. Hal demikian akan menyebabkan sel tersebut memiliki jumlah sel yang lebih banyak pula. Jumlah mitokondri yang lebih banyak tersebut bertujuan untuk mencukupi Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free MITOKONDRIA DAN KLOROPLAST1. Teori EndosimbiosisEndosimbiosis merupakan suatu teori yang menyatakan asal usul mitokondria dankloroplas yang terdapat pada sel eukariotik. Berdasarkan teori tersebut, mitokondria berasalsel Archaebacteria memfagositosis sel proteobacteria yang kemudian berintegrasi satu samalain yang pada akhirnya membentuk mitokondria. Sementara itu, kloroplast berasal dari selArchaebacteria yang memfagositosis sel Cyanobacteria yang mampu melakukan sel tersebut saling beradaptasi satu sama lain hingga pada akhirnya terbentukkloroplast. Beberapa bukti yang mendukung terori tersebut yaitu ditemukannya DNA yangtidak diikat oleh protein histon di dalam kedua organel tersebut yang memiliki kesamaandengan bakteri, DNA mitokondria memiliki homologi yang tinggi dengan DNACyanobacteria, DNA Kloroplast memiliki kesamaam homologi yang tinggi dengan DNAyang terdapat pada Proteobacteria, Ukuran DNA dalam kedua organel tersebut yaitu 70S,proses translasi dalam sintesis protein pada mitokondria dan kloroplast memiliki kesamaandengna proses sintesis protein pada sel bakteri, sintesis asam lemak pada kedua organeltersebut mirip pada sel bakteri yaitu melibatkan proetin acylcarier, serta kedua macamorganel tersbut memiliki sistem double membran [1]. 2. MitokondriaMitokondria merupakan organel sel yang berfungsi penting di dalam aktivitas tersebut memiliki peranan utama sebagai organel penghasil energi dalam bentukATP di dalam sel eukariotik. Selain itu, mitokondria juga memiliki peranan lain dalammenyeimbangkan homeostasis sel. Mitokondria memiliki membran ganda, yaitu membarandalam dan membran luar. Di antara kedua mambran tersebut terdapat ruang antar membranatau interpasial. Membran dalam mitokondria memiliki berbagai macam kompleks proteindan enzim yang berperan penting dalam proses sintesis energi metabolik sel. Pada membrandalam tersebut terjadi rantai transport elektron kpada proses respirasi aerobik [2].Mitokondria dapat melakukan pembelahan biner seperti yang terjadi pada sel tersebut berfungsi di dalam perbanykan mitokondria di dalam sel [3].Jumlah mitokondria di dalam sel dipengaruhi atau ditentukan dengan tingakt aktivitassel tersebut. Semakin tinggi aktivitas suatu sel, maka energi yang dibutuhkan pun akansemakin banyak. Hal demikian akan menyebabkan sel tersebut memiliki jumlah sel yanglebih banyak pula. Jumlah mitokondri yang lebih banyak tersebut bertujuan untuk mencukupi energi yang dibutuhkan olehs el dalam menjalankan aktivitasnya. Jumlah mitokondria banyakditemukan pada ekor sel sperma, sel-sel jantung, serta sel-sel ayng aktif membelah [3]. DNA MitokondriaMitokondria memiliki DNA sendiri yang berbeda dengan DNA inti atau mitokondria atau mtDNA memiliki laju mutasi yang lebih cepat daripada DNA inti. Didalam sel, jumlah mirokondria dapat mencapai ribuan, masing-masing kitokondria tersebutmengandung mtDNA. DNA mitokondria memliki perbedaan letak, urutan, kuantitas di dalamsel serta pewarisan nya pun berbeda dengan DNA inti. DNA mitokondria diwariskan dari ibuatau induk betina ke anakannya. Sedangkan DNA inti merupakan gabungan sifat antara ibuatau induk betina dengan ayah atau induk jantan. DNA mitokondria terletak di dalam matriksmitokondria. DNA tersebut berbentuk untai ganda sirkuler dengan jumlah pasang basasebanyak bp [3]. Respirasi selRespirasi merupakan proses pemecahan komponen kimia tertentu seperti glukosayang bertujuan untuk mengahsilkan energi bagi sel. Proses respirasi aerobik diawali denganglikolisis yaitu pemecahan glukosa membentuk asam piruvat. Proses tersebut menghasilkan 2ATP. Kemudian terjadi dekarboksilasi oksidatif yang menghasilkan 2 asetil CoA yang akanditransfer ke dalam siklus krebs. Siklus krebs terjadi di dalam matriks mitokondria yang akanmenhasilkan ATP, NADH dan FADH. Proses selanjutnya yaitu rantai transport elektron [4]Rantai transport elektron pada mitokondria melibatkan beberapa kompleks proteindan enzim. Proses rantai transport elektron tersebut terjadi pada membran dalam rantai transport elektron tersebut yaitu diawali dengan adanya donasi elektron darikoenzim berupa NADH dan FADH yang dihasilkan dari siklus krebs. Elektron tersebutkemudian ditransfer ke dalam kompleks protein I NADH dan Kompleks protein II FADH.Elektron tersebut kemudian ditransfer ke dalam kompleks protein III. Kemudian diantarkanoleh sitokrom menuju kompleks protein IIII. Elektron tersebut kemudian akan diterima olehoksigen sebagai akseptor elektron terakhir yang memicu terjadinya gradient proton. Jumlahproton di ruang antar membran lebih tinggi sehingga kemudian terjadi pompa proton kedalam matrik melalui komplek ATP sintetase yang menginduksi terbentukan energi atau ATP[2]. Adapun ATP yang dihasilkan dari respirasi aerobik yaitu 36-38 ATP, sedangkan padarspirasi anaerobik hanya 2 ATP. 3. KloroplastKloroplast merupakan organel sel yang terdapat pada sel organisme halnya dengan mitokondria, kloroplast memiliki membran ganda, yaitu membran luardan membran dalam yang diatara keduanya tersebut terdapat ruang antar membran dalam kloroplast disebut sebai tilakoid. Kumpulan tilakoid yangmemipih disebut sebagai granum. Kumpulan granum tersebut disebut sebagai grana. Klorofilterdapat pada tilakoid yang berfungsi dalam melakukan fotosintesis [5]. Kloroplast terdapatpada jaringan mesofil. Stroma merupakan bagian gelap yang terapat pada kloroplat. Bagiantersebut mengandung enzim Rubisco yang berperan penting dalam fikasi karbon dioksidapada fotosintesis [6]Klorofil merupakan zat yang memberi warna hijau pada organisme fotosintetik yangmeliputi tumbuhan, algae dan bakteri fotosintetik. Klorofil berperan dalam menangkap energifoton yang dipancarkan oleh cahaya matahari. Klorofil dapat menyerap panjang gelombangantara 400 hingga 700 nm. Sinar yang paling efektif diserap oleh klorofil yaitu cahaya merahdan biru [5]. DNA KloroplastDNA kloroplast atau cpDNA memiliki struktur duble dengan ukuran yang relatif kecilyaitu pada tumbuhan berkisar antara 35 hingga 217 kb. Dalam satu sel jumlah cpDNA bisamencapai 1000 hingga kopi [7]. Pembentukkan ATP pada KloroplastProses sintesis ATP pada kloroplast terjadi dengan dorongan pompa proton darilumen. Proton dipompa dari lumen tilakoid melalui kompleks ATP Synthase. Sintesis ATPtersebut melibatkan enzim ATP sintase yang berada pada membran tilakoid. Aktivitaskompleks ATP synthase tersebut akan menggabungkan ADP dengan P an organik sehinggadibentuk ATP [8]. DAFTAR PUSTAKA[1] U. Kutschera and K. J. Niklas, “Endosymbiosis, cell evolution, and speciation,”Theory Biosci., vol. 124, no. 1, pp. 1–24, 2005, doi M. Ardiaria, “Disfungsi Mitokondria Dan Stress Oksidatif,” JNH Journal Nutr. Heal.,vol. 7, no. 3, pp. 50–55, 2019, doi R. Budi Satiyarti and T. Dewi Rosahdi, “Identifikasi Fragmen Dna Mitokondria PadaSatu Garis Keturunan Ibu Dari Sel Epitel Rongga Mulut Dan Sel Folikel AkarRambut,” Biosf. J. Tadris Pendidik. Biol., vol. 8, no. 1, pp. 13–27, 2017, [Online].Available R. Novitasari, “Proses Respirasi Seluler Pada Tumbuhan,” Pros. Semin. Biol. dan Biol., pp. 89–96, 2017, [Online]. Available A. Nio Song and Y. Banyo, “Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator KekuranganAir Pada Tanaman,” J. Ilm. Sains, vol. 15, no. 1, p. 166, 2011, doi H. Kirchhoff, “Chloroplast ultrastructure in plants,” New Phytol., vol. 223, no. 2, 2019, doi V. Ravi, J. P. Khurana, A. K. Tyagi, and P. Khurana, “An update on chloroplastgenomes,” Plant Syst. Evol., vol. 271, no. 1–2, pp. 101–122, 2008, doi F. Chamandoosti, “Chloroplasts and Mitochondria Similarities and Differences,” no. 5, pp. 58–68, 2018, [Online]. Available ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
jelaskan perbedaan sel sel yang terdapat pada cyanobacteria